:title | Kompetisi
Dapatkan Diskon hingga Rp 500.000!
Untuk pembelian makanan hewan
Daftar dengan temanmu sekarang!
Home / Kesehatan & Perawatan  / Tahukah Kamu Pasir Kucing yang Tepat Untuk Kucingmu? Ini Perbandingan Lengkap 4 Jenis Pasir Kucing

Tahukah Kamu Pasir Kucing yang Tepat Untuk Kucingmu? Ini Perbandingan Lengkap 4 Jenis Pasir Kucing

Pasir kucing menjadi salah satu kebutuhan utama bagi kucing rumahan. Meskipun sudah menjadi hewan peliharaan, tetapi perilaku buang air kucing tetap meniru perilaku aslinya yaitu membutuhkan pasir atau tanah untuk mengubur kotorannya. Sekarang banyak tersedia aneka pasir kucing di toko hewan (petshop) dengan kamampuan menyerap, kualitas dan harga yang berbeda. Sebelum memilih, sebaiknya kamu kenali dulu aneka pasir kucing dan kelebihannya berikut ini
pasir kucing

1. Pasir zeolit

pasir zeolit

Shutterstock

 

Sesuai namanya, pasir kucing jenis ini berbahan dasar batuan zeolit. Biasanya tersedia dalam beberapa varian tekstur yaitu halus, sedang dan kasar. Pasir kucing jenis ini harganya murah, tapi kurang efektif menyerap kotoran sehingga kamu bakal menemukan genangan di bagian bawah litter box. Kelebihannya, kamu bisa menghemat pengeluaran karena pasir zeolit bisa dicuci ulang setelah digunakan. Dengan mengeluarkan uang seharga 40 ribuan rupiah, kamu sudah bisa mendapatkan sekitar 20 kg pasir untuk kucingmu, murah bukan?

 

 

2. Pasir bentonite

pasir bentonite

Shutterstock

 

Pasir jenis ini punya daya serap yang jauh lebih tinggi daripada pasir zeolit. Bagusnya lagi, pasir ini menggumpal jika terkena kotoran sehingga memudahkan kita saat membersihkan litter box. Pasir bentonite tersedia dalam empat varian wewangian yang bisa mengurangi bau kotoran. Lantaran kualitasnya yang bagus, nggak heran harga yang dibanderol cukup tinggi yaitu 135 ribu rupiah untuk 20 kg.

 

 

3. Pasir kristal

pasir kristal

Shutterstock

 

Kalau kamu pemilik kucing yang sibuk sehingga jarang membersihkan tempat pup si meong, pasir yang satu ini cocok jadi pilihan. Pasir kristal berbentuk butiran yang dapat menyerap sampai 40 kali beratnya sendiri sehingga menutupi bau pada kotoran kucing. Bisa dibilang, pasir kucing berbentuk kristal ini adalah yang terbaik. Ada kualitas, ada harga, jangan heran pasir jenis ini harganya cukup mahal yaitu 5 liter dibanderol 88 ribu hingga 99 ribu rupiah.

 

 

4. Pasir biodegradable

pasir biodegradable

Shutterstock

 

Pasir berbentuk pellet ini mudah terdegradasi di alam karena terbuat dari bahan alami seperti gandum, jagung, dan pinus. Kelebihan pasir ini menyerap bau secara alami dan bebas debu sehingga aman untuk kucing yang punya masalah pernapasan atau alergi debu. Harganya pun cukup terjangkau. Untuk 20 kg pasir dibanderol seharga sekitar 50 ribu rupiah.

Nah, itu beberapa jenis pasir kucing yang umum digunakan. Cat lovers sudah pada tahu kan mana yang cocok untuk kucingmu. Pastikan litter box dan pasir bersih supaya kucing dan lingkungan rumahmu tetap sehat.

 

 

Data medis di-review oleh drh. Nanda Rizki Ariani

 

putri@petlogue.com

<p>auto generated user</p>

Review overview
Article di "Kesehatan & Perawatan"

Pernah enggak memperhatikan kalau kucing itu keliatan sering sekali tidur? Jangan heran karena memang kucing punya kebiasaan tidur yang berbeda dari kebanyakan hewan lain. Bahkan rata-rata kucing butuh tidur selama 18 jam sehari, lho! Berikut ini beberapa alasan kenapa kucing butuh waktu tidur yang lama.

Musim hujan semakin menjadi-jadi. Jika kamu bertanya apakah kamu harus melakukan sesuatu untuk hewan peliharaanmu di musim ini, jawabannya adalah ya! Musim hujan adalah waktu di mana penyakit merajalela dan hewan peliharaanmu rentan akan berbagai macam hal. Ikuti cara-cara ini untuk mencegah kucing atau anjingmu terjangkit penyakit fatal di musim

Kucing sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan? Semua rasanya menyetujui pendapat ini. Tapi sebenarnya kucing sebagai hewan peliharaan memiliki fungsi lebih dari hal itu. Sebuah hasil studi menunjukkan bahwa berinteraksi dengan kucing bisa menjauhkan pemiliknya dari depresi, masalah kesehatan mental dan sebagai terapi untuk beberapa jenis penyakit. Bagaimana cara

Para pemilik hewan peliharaan dan klinik hewan sepertinya selalu sibuk setiap musim hujan tiba. Perhatian ekstra harus diberikan kepada anjing atau kucing kesayangan demi terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama penyakit. Selain merepotkan jika sudah terlanjur terjangkit, kamu juga bisa kehilangan nyawa hewan peliharaanmu! Kenali dan waspadai 6 penyakit

Buntut bukan sekadar aksesoris tubuh bagi kucing, melainkan ‘alat’ bagi kucing untuk bertahan hidup. Buntut berfungsi dalam hal keseimbangan dan kelincahan tubuh, juga sebagai alat berkomunikasi menyampaikan perasaannya. Kesehatan buntut kucing sama pentingnya dengan anggota tubuh kucing lainnya. Benjolan kecil yang enggak ditangani dengan benar bisa berakhir dengan amputasi loh.

Rajinkah kamu membersihkan tempat tidur anjingmu? Ancaman penyakit ternyata juga bisa berasal dari tempat yang enggak kita duga loh, tempat tidur misalnya. Jarang membersihkan tempat tidur anjing bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan anjing kesayangan. Nah, ini loh empat hal mengerikan yang bisa ditemui di tempat tidur anjing kesayangan.

Kesehatan kucing sebenarnya mudah untuk diketahui. Hanya dengan memperhatikan anggota tubuhnya kamu bisa mengetahui kondisi kucingmu. Mulai dari telinga hingga bulu, ini dia 6 indikator kesehatan pada kucing yang harus kamu perhatikan untuk mengetahui apakah kucingmu sedang sakit.

Kucingmu tiba-tiba hamil? Kasus itu memang tidak jarang dan pasti akan terjadi jika kamu tidak hati-hati. Kucing sudah bisa hamil sejak umur 6 bulan dan bisa menghasilkan lebih dari 60 anak kucing seumur hidupnya. Lalu, apakah ada cara untuk mencegah kucingmu terus menerus beranak pinak? Mungkin banyak dari kalian yang

Suhu normal kucing berkisar antara 37,5 - 39,2 derajat Celsius, lebih dari 39,2 derajat Celsius berarti kucing demam. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala. Apa penyebab demam? Dan bagaimana pemilik kucing seharusnya mengatasi demam?

Suara seperti gemerincing kertas timah, sendok metal yang membentur mangkuk keramik, gemerisik kertas atau kantung plastik dapat menimbulkan efek yang mengkhawatirkan untuk kucing kesayangan. Setidaknya itulah yang dikatakan hasil penelitian terbaru. Para peneliti mengatakan bahwa suara bernada nyaring bisa memicu kejang pada kucing, terutama kucing yang sudah berusia senior.