:title | Kompetisi
Dapatkan Diskon hingga Rp 500.000!
Untuk pembelian makanan hewan
Daftar dengan temanmu sekarang!
Home / Kesehatan & Perawatan  / Kutu Pada Telinga Kucing Bisa Sebabkan Tuli Parsial! Begini Cara Membersihkan Telinga Kucingmu

Kutu Pada Telinga Kucing Bisa Sebabkan Tuli Parsial! Begini Cara Membersihkan Telinga Kucingmu

Apakah kucing kesayanganmu langsung berlari ke arahmu ketika kamu membuka kemasan makanannya di ruang sebelah? Kucing memang punya pendengaran yang tajam lebih tajam daripada anjing. Selain berfungsi sebagai alat pendengaran, telinga juga berfungsi sebagai alat keseimbangan saat kucing berjan. Tapi, telinga kerap menjadi anggota tubuh kucing yang kita lupakan. Ini yang perlu kamu tahu tentang kebersihan telinga kucing.
kucing menggaruk telinga ada kutu

 

 

Periksa telinganya!

telinga kucing

Shutterstock

 

Periksa telinga kucing kesayangan setiap minggu dari kotoran telinga, debu dan pertanda infeksi. Beberapa masalah yang biasanya ditemukan pada telinga kucing yaitu tungau telinga (earmite), infeksi bakteri dan jamur, serta alergi. Sekadar informasi, tungau telinga yang tak diatasi lama kelamaan bisa menyebabkan tuli parsial loh! Kalau punya anak kucing, kebiasaan ini sebaiknya dilakukan sesegera mungkin supaya kucing terbiasa ketika diperiksa dan memudahkan kita.

 

 

Apa yang harus kamu cari

periksa telinga kucing

Shutterstock

 

Coba lihat ke dalam telinga kucing kesayangan. Kalau ada kotoran telinga atau debu di telinga, kita bisa membersihkannya sendiri di rumah. Pembersihan yang rutin ini bisa membantu mengurngi risiko infeksi yang menyakitkan. Tapi, kalau terlihat ada sesuatu yang enggak normal, misalnya cairan, bau, bengkak dan kemerahan, atau kucing seperti merasa kesakitan saat kita sentuh pada area tersebut, segera bawa ke dokter hewan untuk pemeriksaan.

 

 

Bagaimana membersihkannya?

kutu telinga kucing

Shutterstock

 

Pertama, cari obat pembersih telinga kucing di toko online atau petshop. Kita bisa menemukannya dengan rentang harga Rp 20.000-50.000. Sebaiknya membersihkan telinga kucing dilakukan saat kucing merasa santai dan suasana hatinya lagi baik dan di tempat yang jauh dari bising dan hewan lain. Jangan memegang kucing terlalu kencang yang bisa membuatnya kesal dan kabut. Mintalah bantuan orang lain untuk memegangnya. Kalau tak ada bantuan dan kucing masih terus memberontak, bungkus saja tubuhnya dengan handuk seperti burrito.

Teteskan cairan sesuai dosis tetera pada kemasan. Setelah itu, pijat telinganya dengan lembut dan biarkan kucing mengguncangkan kepalanya untuk membantu mengeluarkan kotoran atau debu halus di dalam kuping. Lalu, gunakan kapas untuk membersihkan telinga kucing. Tapi, hati-hati jangan sampai menekan kapas masuk ke dalam telinga karena bisa membuat kotoran telinga masuk lebih dalam dan menumpuk.

Setelah selesai, berikan kucing camilan kesukaannya supaya ia lebih tenang dan mengasosiasikan kegiatan ini dengan hal positif di lain waktu.

 

 

Data medis di-review oleh drh. Nanda Rizki Ariani

 

putri@petlogue.com

<p>auto generated user</p>

Review overview
Article di "Kesehatan & Perawatan"

Pernah enggak memperhatikan kalau kucing itu keliatan sering sekali tidur? Jangan heran karena memang kucing punya kebiasaan tidur yang berbeda dari kebanyakan hewan lain. Bahkan rata-rata kucing butuh tidur selama 18 jam sehari, lho! Berikut ini beberapa alasan kenapa kucing butuh waktu tidur yang lama.

Musim hujan semakin menjadi-jadi. Jika kamu bertanya apakah kamu harus melakukan sesuatu untuk hewan peliharaanmu di musim ini, jawabannya adalah ya! Musim hujan adalah waktu di mana penyakit merajalela dan hewan peliharaanmu rentan akan berbagai macam hal. Ikuti cara-cara ini untuk mencegah kucing atau anjingmu terjangkit penyakit fatal di musim

Kucing sebagai hewan peliharaan yang lucu dan menggemaskan? Semua rasanya menyetujui pendapat ini. Tapi sebenarnya kucing sebagai hewan peliharaan memiliki fungsi lebih dari hal itu. Sebuah hasil studi menunjukkan bahwa berinteraksi dengan kucing bisa menjauhkan pemiliknya dari depresi, masalah kesehatan mental dan sebagai terapi untuk beberapa jenis penyakit. Bagaimana cara

Para pemilik hewan peliharaan dan klinik hewan sepertinya selalu sibuk setiap musim hujan tiba. Perhatian ekstra harus diberikan kepada anjing atau kucing kesayangan demi terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan, terutama penyakit. Selain merepotkan jika sudah terlanjur terjangkit, kamu juga bisa kehilangan nyawa hewan peliharaanmu! Kenali dan waspadai 6 penyakit

Buntut bukan sekadar aksesoris tubuh bagi kucing, melainkan ‘alat’ bagi kucing untuk bertahan hidup. Buntut berfungsi dalam hal keseimbangan dan kelincahan tubuh, juga sebagai alat berkomunikasi menyampaikan perasaannya. Kesehatan buntut kucing sama pentingnya dengan anggota tubuh kucing lainnya. Benjolan kecil yang enggak ditangani dengan benar bisa berakhir dengan amputasi loh.

Rajinkah kamu membersihkan tempat tidur anjingmu? Ancaman penyakit ternyata juga bisa berasal dari tempat yang enggak kita duga loh, tempat tidur misalnya. Jarang membersihkan tempat tidur anjing bisa memberikan dampak negatif untuk kesehatan anjing kesayangan. Nah, ini loh empat hal mengerikan yang bisa ditemui di tempat tidur anjing kesayangan.

Kesehatan kucing sebenarnya mudah untuk diketahui. Hanya dengan memperhatikan anggota tubuhnya kamu bisa mengetahui kondisi kucingmu. Mulai dari telinga hingga bulu, ini dia 6 indikator kesehatan pada kucing yang harus kamu perhatikan untuk mengetahui apakah kucingmu sedang sakit.

Kucingmu tiba-tiba hamil? Kasus itu memang tidak jarang dan pasti akan terjadi jika kamu tidak hati-hati. Kucing sudah bisa hamil sejak umur 6 bulan dan bisa menghasilkan lebih dari 60 anak kucing seumur hidupnya. Lalu, apakah ada cara untuk mencegah kucingmu terus menerus beranak pinak? Mungkin banyak dari kalian yang

Suhu normal kucing berkisar antara 37,5 - 39,2 derajat Celsius, lebih dari 39,2 derajat Celsius berarti kucing demam. Demam sendiri bukanlah penyakit, melainkan gejala. Apa penyebab demam? Dan bagaimana pemilik kucing seharusnya mengatasi demam?

Suara seperti gemerincing kertas timah, sendok metal yang membentur mangkuk keramik, gemerisik kertas atau kantung plastik dapat menimbulkan efek yang mengkhawatirkan untuk kucing kesayangan. Setidaknya itulah yang dikatakan hasil penelitian terbaru. Para peneliti mengatakan bahwa suara bernada nyaring bisa memicu kejang pada kucing, terutama kucing yang sudah berusia senior.