:title | Kompetisi
Dapatkan Diskon hingga Rp 500.000!
Untuk pembelian makanan hewan
Daftar dengan temanmu sekarang!
Home / Kisah Seru  / Kucing Raksasa Seberat 11 Kg Ini Membantu Para Kucing Malang Untuk Diadopsi Loh!

Kucing Raksasa Seberat 11 Kg Ini Membantu Para Kucing Malang Untuk Diadopsi Loh!

Andre, si kucing raksasa dengan berat 11 kg, dulunya adalah seekor kucing terlantar dan kelaparan di jalanan kota Firplay, Colorado, Amerika Serikat. Nasibnya berubah setelah diadopsi oleh sebuah petshop. Bahkan kehadirannya membantu kucing terlantar lainnya untuk mendapatkan ‘orangtua asuh’ dan rumah yang nyaman.
kucing raksasa dan anak-anak

 

 

kucing adopsi

Instagram @andre.thegiantcat

 

Andre dalam keadan kelaparan ketika sampai di Cat Casita, sebuah shelter kucing yang dikelola oleh Animal Rescue of the Rockies. Kala itu berat Andre “hanya” sekitar 7,25 kilogram. Berat itu masih terlalu kecil bagi tubuhnya yang sepanjang 33 sentimeter dari kepala hingga pangkal buntut.

“Kami semua tahu ia adalah kucing yang spesial,” ujar Lynn, manajer shelter dan petshop High Paw Pet Supplies yang berada di gedung yang sama dengan Cat Casita, seperti dikutip Huffingtonpost. Lynn dan pemilik petshop, Miyuki Takeda, setuju untuk mengadopsi Andre sebagai kucing untuk petshop mereka. Namun, lantaran berat badannya yang masih kurang, dokter menyarankan agar Andre sementara tinggal di shelter.

 

kucing raksasa

Instagram @andre.thegiantcat

 

Di petshop tersebut sehari-hari Andre menyapa pelanggan yang datang dan mengitari ruangan toko. Tentu saja pengunjung sangat senang dengan kehadiran kucing yang unik ini. Ditambah lagi, sebulan setelah mereka mengadopsi Andre, rata-rata adopsi kucing di shelter mereka meningkat. Lynn mengatakan pada Huffingtonpost bahwa pengunjung petshop datang untuk melihat kucing besar yang terkenal dan mereka akhirnya melihat kucing-kucing lain yang bisa diadopsi dari shelter.

 

andre kucing raksasa

Instagram @andre.thegiantcat

 

Andre diduga merupakan kucing ras campuran dari Savannah. “Pertama kali ia datang kepada kami, ia menunjukkan banyak pertanda – bertingkah seperti kucing hibrida,” ujar Takeda seperti dikutip Denverpost. Namun, kucing yang kini beratnya mencapai 11 kilogram ini sudah terlatih buang air pada tempatnya dan relatif jinak sehingga Takeda mengira Andre bukan benar-benar kucing terlantar sebelumnya.

Apapun latar belakang Andre, kucing besar ini membantu banyak kucing di shelter untuk mendapatkan rumah yang nyaman. “Ia adalah selebriti kami,” ujar Lynn seperti dikutip Huffingtonpost.

 

 

putri@petlogue.com

auto generated user

Review overview
Article di "Kisah Seru"

Kucing gendut ini punya banyak pengagum. Sebagian dari pengagumnya adalah ayam-ayam di rumahnya loh! Ya, Scruffles, si kucing gendut ini hidup dikelilingi hewan berkaki dua tersebut. Setiap hari Scruffle bercengkerama dengan ayam-ayam tersebut.

Siapa sangka seekor kucing yang dikira sudah mati karena insiden rumah kebakaran, ternyata ditemukan masih hidup dua bulan kemudian. Kejadian yang ajaib ini menimpa Ringer, kucing berwarna hitam milik Christine Marr.

Bisa ngantor bareng kucing-kucing imut pasti menyenangkan dan mengurangi stres karena pekerjaan. Nah, sebuah perusahaan di Jepang enggak hanya membolehkan pegawainya membawa kucing ke kantor, tapi juga memberikan kompensasi bagi pegawainya yang mengadopsi kucing yang membutuhkan kasih sayang.

Punya hewan peliharaan bagi sebagian orang adalah kebahagiaan tersendiri, tapi bagi sebagian lainnya malah menjadi beban. Sayangnya bagi orang yang menganggap hewan peliharaan beban, mereka enggak bisa melepaskan peliharaannya dengan cara yang benar. Inilah yang terjadi pada Solo, anjing yang ditemukan terikat di papan rambu ‘stop’.

Ada banyak alasan hewan peliharaan berakhir hidup di shelter, bisa karena usia yang sudah sangat tua, masalah perilaku atau karena keluarga manusianya pindah rumah dan enggak bisa membawanya. Layla, anjing pit bull muda ini terpaksa ditinggalkan oleh keluarganya di shelter dengan alasan tuannya mempunyai banyak ‘tanggungan’.

Kasus kekerasan terhadap perempuan seolah enggak pernah habis dibahas di Indonesia. Tapi ternyata enggak hanya di Indonesia, di Amerika Serikat, negara yang paling vokal dengan HAM, masih juga kerap terjadi kekerasan pada perempuan. Malah, kekerasan terhadap perempuan kerap melibatkan hewan peliharaan.

Seorang pegawai sebuah pabrik di Essex, Inggris, mendengar suara kucing mengeong dari dalam mesin penghancur sampah dan kaget ketika ia menemukan seekor kucing kecil muncul dari sisi lain mesin tersebut.

Bagi yang tinggal di kota besar, naik kendaraan umum kereta setiap hari untuk beraktivitas tentunya melelahkan. Tapi, coba bayangkan kalau yang duduk di sebelah kita kucing imut. Kalau kita tinggal di Tokyo sepertinya itu bisa jadi kenyataan.

Enggak ada yang menyangka seekor kucing bisa terbawa mobil pos selama berhari-hari. Itu yang terjadi pada Cupcake, seekor kucing yang benar-benar beruntung karena masih selamat dari insiden tersebut.

Kasus kekerasan hewan yang ditangani oleh rumah sakit hewan North Melbourne menjadi peringatan bagi para pencinta kucing tentang bahayanya memaksakan ‘ideologi’ kita pada hewan peliharaan. Seekor kucing dibawa ke RS oleh tuannya yang merupakan seorang vegetarian, dalam keadaan sangat lemah. Bahkan kucing tersebut enggak merespon apapun stimulasi yang diberikan dokter