Home / Kesehatan & Perawatan  / Ingin Kucingmu Panjang Umur? 3 Jenis Vaksin Ini Wajib Kamu Berikan!

Ingin Kucingmu Panjang Umur? 3 Jenis Vaksin Ini Wajib Kamu Berikan!

Vaksin adalah keperluan yang sangat penting bagi kesehatan kucingmu, terlebih untuk anak kucing. Vaksin berfungsi menstimulus sistem imun kucing untuk melindungi dirinya dari penyakit. Ada 3 vaksin wajib, atau biasa disebut vaksin core, yang mesti diberikan pada kucingmu kalau kamu ingin dia terhindar dari penyakit paling mudah terjangkit oleh kucing. Simak penjelasan tentang 3 vaksin wajib untuk kucing serta apa yang harus kamu waspadai setelah kucing divaksin.
kucing disuntik vaksin

 

 

1. Vaksin tricat

kucing disuntik vaksin oleh dokter

Shutterstock

 

Vaksin yang satu ini berfungsi untuk mencegah kucing terjangkit penyakit berbahaya yang sangat mudah menyerang kucing, yaitu panleukopenia, rhinotracheitis, dan virus calici. Ketiga virus ini berisiko kematian untuk kucingmu, terutama saat musim hujan. Kucing dianjurkan disuntik vaksin tricat saat umurnya 8-10 minggu. Pada tahap vaksin ini, biasanya kucing juga akan diberikan obat cacing untuk mencegah kucing tertular cacing dari induknya, kutu, atau makanan mentah. (Baca juga: 70% Kucing Tidak Selamat dari Panleukopenia! Ini 6 Penyakit yang Rentan Didapat Hewan Peliharaanmu di Musim Hujan!)

 

 

2. Vaksin tetracat

dokter menyuntikkan vaksin kepada bayi kucing

Shutterstock

 

Vaksin tetracat bisa dibilang mirip dengan vaksin tricat karena fungsinya mencegah tiga penyakit mematikan di atas. Namun, vaksin ini juga memiliki tambahan untuk mencegah penyakit Chlamydia yang disebabkan oleh bakteri yang bisa menyerang sistem pernapasan kucing. Vaksin yang satu ini sebaiknya diberikan dengan jarak 3-4 minggu setelah vaksin tricat diberikan. Yang berarti, vaksin tetracat diberikan saat kucing berumur 12-14 minggu.

 

 

3. Vaksin rabies

kucing ginger tenang disuntik

Shutterstock

 

Sesuai dengan namanya, vaksin ini berfungsi untuk mencegah kucing terjangkit virus rabies. Banyak orang mengira rabies hanya terjadi pada anjing, padahal kucing juga sama rentannya untuk terjangkit penyakit ini dan tentunya juga bisa menularkannya padamu lewat gigitan atau kontak air liur. Vaksin rabies sebaiknya diberikan pada kucing saat dia mencapai umur 20 minggu. Setelah ketiga vaksin ini komplit, vaksin tetracat dan rabies harus diberikan kembali setahun sekali. (Baca juga: Rabies Pada Kucing Bisa Mengakibatkan Kematian Mendadak! Seperti Apa Gejalanya?)

 

 

Adakah efek samping dari vaksin kucing?

kucing bersiap disuntik vaksin

Shutterstock

 

Vaksin memang berfungsi agar kucingmu menjadi sehat dan bisa menghalau berbagai penyakit. Tapi ada juga kucing yang justru menjadi sakit setelah divaksin. Eits, jangan panik dulu! Sama seperti bayi manusia habis diimunisasi, kucing menjadi sakit setelah divaksin adalah hal yang masih wajar. Efek samping kucing divaksin meliputi demam dan lesu, bersin-bersin selama 2-3 hari, tidak ingin dipeluk atau dielus-elus karena rasa sakit di tempat bekas vaksin, pilek, muntah, dan depresi. Biasanya depresi akan menghilang setelah rasa sakit pada kucing menghilang. Vaksin rabies mengandung protein yang bisa mempengaruhi sistem saraf, karena itu kucing yang divaksin rabies setelahnya dapat menjadi susah bergerak atau kejang. Namun jika kucing mengalami gejala-gejala yang menurutmu berlebihan dan enggak kunjung sembuh, segera bawa kucingmu ke dokter hewan. Kucing yang habis divaksin juga jangan dulu dimandikan selama satu minggu dan jangan dibawa ke luar kota dulu atau kondisi lain yang akan membuatnya stres, ya!

 

 

Data medis di-review oleh Drh. Habyb Palyoga

 

larissa@petlogue.com

auto generated user

Review overview
Article di "Kesehatan & Perawatan"

Sama seperti kucing, anjing juga rentan terhadap penyakit saluran kencing. Penyakit yang disebabkan oleh infeksi ini tentunya sangat berbahaya, hingga menyebabkan kematian. Anjing yang terinfeksi saluran kencingnya juga akan mengalami berbagai kesulitan saat kencing. Jangan tunggu sampai nyawa anjingmu melayang. Perhatikan gejala dan penyebab gangguan ini agar kamu bisa membantu

Banyak orang menolak untuk mensteril atau kebiri kucing mereka karena alasan kejam. Padahal, dengan tidak mensteril kucingmu, kamu memberikan kucingmu kemungkinan-kemungkinan lain lebih kejam, seperti anak-anaknya yang terlantar atau bahkan penyakit mematikan. Sterilisasi untuk kucing memiliki banyak benefit untuk kucingmu. Sebelum keburu jiper, ini 5 hal yang perlu kamu ketahui

Bersin-bersin, hidung tersumbat, mata dan hidung berair adalah tanda-tanda kucing mengidap flu. Namun, jika setelah diobati kucing tidak sembuh-sembuh juga, bisa jadi kucingmu sebenarnya terjangkit herpes. Penyakit yang sering kali disalahartikan sebagai flu ini menyerang banyak kucing dan sangat jarang bisa disembuhkan, loh. Ketahui 6 fakta mengenai penyakit ini!

Keadaan darurat pada kucing terkadang terlihat sangat jelas. Namun, sering kali tanda-tanda awalnya tidak terlalu mengkhawatirkan, sehingga banyak pemilik kucing yang menyepelekannya. Padahal gejala-gejala itu sebenarnya bagaikan lampu merah yang menandakan bahwa kucingmu membutuhkan pertolongan segera. Sebelum terlambat, perhatikan 7 tanda ini yang berarti kamu harus segera memberi pertolongan untuk

Kucing adalah hewan yang sangat pandai meng-grooming dirinya sendiri. Dalam sehari, kucing bisa melakukan grooming beberapa kali. Grooming adalah cara kucingmu menyingkirkan bulu rontok, sel kulit mati, dan kotoran. Grooming juga membantu kucingmu mengatur suhu tubuhnya. Kucing yang sehat tidak akan membiarkan bulunya tak terurus. Karena itu, jika kamu menyadari

Banyak kucing yang butuh turun berat badan. Tapi bagaimana kalau kamu tidak mengubah diet kucingmu dan berat badan dia justru turun? Atau mungkin kucingmu makan banyak tapi beratnya tidak bertambah dan malah turun secara drastis. Kamu harus waspada jika kucingmu tiba-tiba berat badannya turun drastis! Ini 8 penyebab umumnya.

Kanker adalah penyebab utama kematian anjing, terutama anjing senior. 50% anjing di atas 10 tahun terkena kanker. Meskipun kata “kanker” sangat menyeramkan, kanker pada anjing sebenarnya bisa disembuhkan jika terdiagnosis lebih awal. Karena itu, simak fakta mengenai kanker anjing di bawah ini agar kamu bisa membantu anjingmu selamat dari penyakit

Sudah menjadi kebiasaan anjing untuk memakan dan mengunyah hampir segala jenis barang di sekitar mereka karena rasa ingin tahu mereka yang besar. Meski beberapa objek cukup kecil untuk ditelan atau dicerna oleh anjingmu, lebih banyak lagi objek berbahaya di luar sana yang bisa menyebabkan anjingmu tersedak. Ini pertolongan yang bisa

Kucing mengalami susah buang air besar sesekali sudah biasa dan hal yang wajar. Tapi, kapan kamu bisa tahu kalau kesusahan BAB atau konstipasi menjadi serius dan memerlukan pertolongan khusus? Ketahui penyebab, cara mengobati, dan masalah medis yang berkaitan dengan konstipasi pada kucingmu.

Kucing sakit enggak cuma mengkhawatirkan, tapi juga bikin panik. Saking paniknya, mungkin kamu jadi asal mengambil obat apa pun yang ada di lemari obatmu. Padahal tidak semua obat manusia bisa diberikan pada kucing. Beberapa kandungan obat manusia justru mematikan, salah satunya parasetamol. Simak penjelasan bahayanya sebelum kamu menyesal!