:title | Kompetisi
Dapatkan Diskon hingga Rp 500.000!
Untuk pembelian makanan hewan
Daftar dengan temanmu sekarang!
Home / Kesehatan & Perawatan  / Bayi Dekat-dekat Kucing, Berbahaya atau Justru Mencegah dari Penyakit? Baca Faktanya!

Bayi Dekat-dekat Kucing, Berbahaya atau Justru Mencegah dari Penyakit? Baca Faktanya!

Kucing memang makhluk yang luar biasa. Enggak cuma bikin kamu bahagia dengan tingkah gemasnya, tapi juga membawa manfaat kesehatan. Yup, kucing telah terbukti dapat mencegah penyakit asma pada bayi. Loh, bukannya kucing itu justru pembawa penyakit asma? Nah, sebelum berasumsi buruk terhadap si meong, yuk baca dulu fakta selengkapnya mengenai kucing dan penyakit asma pada bayi.
bayi tidur memeluk kucing

 

 

Kucing sebagai penyebab asma?

bayi mencium kucing

Shutterstock

 

Selama ini banyak orang berpikir kalau kucing adalah penyebab asma. Namun sebenarnya fakta tersebut salah. Penyakit asma pada bayi disebabkan oleh genetik. Jadi, kucing bukanlah penyebab asma, melainkan salah satu dari banyak stimulus lainnya yang akan memancing asma menjadi aktif dan muncul ke permukaan. Tapi kucing hanya bisa menstimulus penyakit asma jika manusia sudah dewasa. Jika bayi terekspos kucing, gen asma bukannya bangun, tapi justru menjadi kebal.

 

 

Kucing sebagai alat penetralisir

kucing tidur dengan bayi

Shutterstock

 

Sebuah penelitian baru di Denmark menggebrak dunia medis. Kucing terbukti dapat mencegah asma pada bayi dan anak-anak sebelum umur 12 tahun. Menurut para peneliti, keberadaan kucing di sekitar ibu hamil yang menderita asma justru menetralisir gen yang bertanggung jawab atas penyakit asma. Sehingga membuat bayinya yang akan lahir enggak bakal mengidap asma. Dengan kata lain, kucing bagaikan suatu antidote untuk penyakit asma.

 

 

Bagaimana bisa kucing mencegah asma?

bayi dan kucing saling memandang

Shutterstock

 

Penelitian membuktikan bahwa eksposur terhadap alergen pada kucing membantu memperkuat sistem imun yang masih berkembang pada bayi dan anak. Karena itu, hal ini tidak akan berpengaruh pada orang dewasa, yang sistem imunnya sudah terbentuk sempurna. Uniknya, para peneliti juga menemukan fakta bahwa anjing tidak memiliki efek yang sama seperti kucing. Bayi atau anak yang terekspos dengan anjing tidak menunjukkan perubahan kekebalan terhadap penyakit asma. Enggak hanya asma, peneliti juga membuktikan kalau memelihara kucing juga bisa mengurangi risiko penyakit pneumonia dan bronkitis. (Baca juga: Amankah Bayi Bermain dengan Kucing? Semua Pertanyaanmu tentang Bayi dan Kucing Terjawab di Sini)

 

 

Data medis di-review oleh drh. Habyb Palyoga

 

larissa@petlogue.com

auto generated user

Review overview
Article di "Kesehatan & Perawatan"

Kucing sakit enggak cuma mengkhawatirkan, tapi juga bikin panik. Saking paniknya, mungkin kamu jadi asal mengambil obat apa pun yang ada di lemari obatmu. Padahal tidak semua obat manusia bisa diberikan pada kucing. Beberapa kandungan obat manusia justru mematikan, salah satunya parasetamol. Simak penjelasan bahayanya sebelum kamu menyesal!

FLUTD adalah kelainan saluran kencing yang paling umum pada kucing rumahan dan menjadi kekhawatiran utama para pemilik kucing. Jangan sepelekan gangguan ini karena merupakan masalah serius yang dapat menyebabkan kematian pada kucingmu. Kenali apa itu FLUTD, penyebabnya, dan gejalanya.

Anjingmu selalu kaget saat petir menyambar? Atau merintih jika kamu mulai menyalakan vacuum cleaner-mu? Banyak orang menyepelekan hal ini karena orang-orang mengira itu adalah sifat alamiah anjing yang sensitif pada bebunyian. Namun, anjingmu mungkin menderita fobia suara. Pelajari lebih jauh apakah anjingmu memiliki fobia suara dan bagaimana cara mengatasinya.

Kamu pencinta kucing yang sedang hamil? Atau kamu punya bayi dan berencana untuk memelihara kucing? Pasti banyak sekali pertanyaan mengenai fakta bayi dan kucing yang menghantui pikiranmu. Memang banyak sekali mitos-mitos seputar bayi dan kucing di luar sana. Kamu tidak bisa asal percaya atau menyepelekannya. Tenang saja, kekhawatiranmu akan terjawab

Terkadang kamu terlalu sibuk dan berpikir kalau selama kamu menjaga kebersihan kucingmu, tugasmu sudah selesai. Namun memperhatikan kondisi di sekeliling kucing kita juga penting. Mungkin akan terasa sulit untuk terus-menerus mengganti atau memperbaiki barang-barang kucing, tapi itu penting dan merupakan kewajibanmu sebagai tuannya. Barang lama, kadaluarsa, dan rusak dapat berdampak

Kutu pada anjing peliharaan mungkin adalah salah satu masalah paling menjengkelkan. Parasit menyebalkan ini tidak hanya akan menyerang anjingmu, tapi juga kamu! Lho, memangnya kutu anjing bisa menular ke manusia? Simak penjelasan pentingnya agar kamu bisa lebih waspada.

Sama seperti anak manusia, anak kucing juga perlu disapih. Menyapih adalah proses membiasakan anak kucing untuk berhenti minum susu induknya dan beralih ke makanan padat. Proses penyapihan memang penting agar anak kucing bisa mandiri. Berapa usia yang tepat untuk anak kucing mulai disapih, dan apa akibatnya jika mereka terlalu cepat

Tentu akan sangat menyenangkan bila melihat si meong kesayangan selalu sehat dan ceria. Tetapi masalah kemudian muncul, saat kucing yang ingin kita obati justru meronta, mencakar dan menggigit ketika akan diberi obat. Wajar sih, karena kucing memiliki indra penciuman yang tajam dan bisa mencium sumber makanan yang kita berikan. Sementara

Pernah enggak memperhatikan kalau kucing itu keliatan sering sekali tidur? Jangan heran karena memang kucing punya kebiasaan tidur yang berbeda dari kebanyakan hewan lain. Bahkan rata-rata kucing butuh tidur selama 18 jam sehari, lho! Berikut ini beberapa alasan kenapa kucing butuh waktu tidur yang lama.

Musim hujan semakin menjadi-jadi. Jika kamu bertanya apakah kamu harus melakukan sesuatu untuk hewan peliharaanmu di musim ini, jawabannya adalah ya! Musim hujan adalah waktu di mana penyakit merajalela dan hewan peliharaanmu rentan akan berbagai macam hal. Ikuti cara-cara ini untuk mencegah kucing atau anjingmu terjangkit penyakit fatal di musim